RPH Surabaya Prioritaskan Operasional Unit Tambak Osowilangon untuk Mitra Jagal Pegirian
RPH Surabaya Prioritaskan Operasional Unit Tambak Osowilangon untuk Mitra Jagal Pegirian

Keterangan Gambar : RPH Tambak Osowilangon siap menyambut jagal Pegirian. RPH/Anton


Surabaya - PT RPH Surabaya Perseroda menegaskan bahwa prioritas utama pengoperasian Rumah Potong Hewan (RPH) Unit Tambak Osowilangon (TOW) diberikan kepada para mitra jagal Pegirian. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen RPH Surabaya untuk melibatkan mitra lama dalam pengelolaan fasilitas baru yang lebih modern dan higienis.

Hal ini disampaikan Fajar usai menerima perwakilan jagal yang menyampaikan aspirasi terkait rencana pemindahan aktivitas pemotongan hewan ke RPH Unit Tambak Osowilangun, dalam pertemuan bersama Pemerintah Kota Surabaya yang diwakili M. Fikser, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Senin (12/1).

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menyampaikan bahwa RPH Unit TOW sejatinya dibangun untuk memberikan ruang dan kesempatan bagi jagal Pegirian agar dapat berpindah ke lokasi pemotongan yang lebih representatif.

“TOW ini dibangun sebenarnya untuk memberikan kesempatan kepada jagal Pegirian agar bisa berpindah dan mengoperasikan pemotongan di Tambak Osowilangon. Karena itu, kami memprioritaskan mitra jagal Pegirian untuk masuk dan beroperasi di sana,” ujar Fajar.

Ia menegaskan, selama masa transisi, RPH Surabaya masih memberikan waktu bagi para jagal Pegirian untuk memaksimalkan aktivitas pemotongan di lokasi lama hingga setelah Hari Raya Idulfitri. “Kami memberi kesempatan Januari, Februari, sampai dengan akhir Maret. Setelah Idulfitri, seluruh aktivitas pemotongan akan dipusatkan di Tambak Osowilangun,” jelasnya.

Selama periode tersebut, RPH Surabaya menjalankan dua lokasi pemotongan secara paralel, yakni RPH Pegirian dan RPH Unit Tambak Osowilangun. “Selama tiga bulan ini, TOW jalan dan Pegirian juga jalan. Tujuannya untuk memastikan seluruh fasilitas di TOW benar-benar siap secara teknis, mulai dari alur pemotongan, standar halal, hingga operasional,” imbuh Fajar.

Terkait munculnya minat dari jagal luar daerah untuk memanfaatkan RPH Unit TOW, Fajar menegaskan bahwa RPH Surabaya masih menahan diri dan tetap mengedepankan jagal Pegirian.

“Respon dari jagal luar cukup banyak. Tapi kami sampaikan, kami prioritaskan dulu jagal Pegirian. Kalau mereka tidak ikut pindah atau tidak berminat, barulah kami buka kesempatan lebih luas,” tegasnya.

Menurut Fajar, ruang diskusi dengan para jagal Pegirian masih sangat terbuka, terutama terkait waktu dan mekanisme pemindahan. “Kalau diskusinya soal kapan pindah, itu masih bisa dibicarakan. Misalnya menunda sampai Iduladha, masih ada ruang diskusi. Yang penting prinsipnya, pemanfaatan TOW tetap berjalan,” katanya.

Fajar memastikan, secara fungsi RPH Unit Tambak Osowilangun telah siap beroperasi, dengan kapasitas yang setara bahkan lebih representatif dibandingkan RPH Pegirian. Dibangun di atas lahan seluas 7.500 meter persegi, fasilitas teknis yang tersedia meliputi kandang penampungan untuk 150 ekor sapi BX dan 80 ekor sapi lokal, dengan kapasitas pemotongan hingga 150 ekor sapi per hari.

RPH Unit TOW juga dilengkapi dengan 28 unit handrail dan 28 unit meja cacah yang disiapkan untuk menunjang kelancaran proses pemotongan. 

Dari sisi pengelolaan lingkungan, RPH TOW memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang representatif dan berkapasitas mencukupi untuk kebutuhan operasional harian. (ant)



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)