RPH Surabaya dan DPRKPP Lakukan Evaluasi Pengecekan Kekurangan Fasilitas Unit TOW
img_stunning.png

Surabaya (rphsurabaya.co.id) - Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Unit Tambak Osowilangon (TOW) terus mematangkan kesiapan operasionalnya. Pada tahap awal pemanfaatan fasilitas ini, RPH Surabaya bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya melakukan pengecekan terhadap sejumlah kekurangan yang ditemukan saat uji coba pemotongan sapi.

Kepala Bagian Pemotongan RPH Surabaya, drh. Nowo Siswo Yuworo M.Si menjelaskan bahwa pengecekan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan teknis yang disampaikan RPH Surabaya kepada DPRKPP.

“Hari ini, kami kedatangan tim dari DPRKPP Kota Surabaya untuk melakukan pengecekan terhadap apa saja kekurangan yang kami laporkan ketika proses uji coba pemotongan sapi di RPH Tambak Osowilangon pekan lalu,” ujar drh. Nowo.

Ia merinci, sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi penerangan yang belum maksimal, tekanan air yang masih kurang cepat, elevasi lantai yang perlu disesuaikan menuju saluran pembuangan, serta kebutuhan penambahan kandang penampungan kambing.

drh. Nowo berharap, seluruh perbaikan yang telah diajukan dapat segera direalisasikan agar operasional RPH Tambak Osowilangon dapat berjalan optimal. “Semoga nantinya setelah Idulfitri, kegiatan operasional pemotongan bisa digunakan secara maksimal,” tambahnya.

Sebelumya, Direktur RPH Surabaya, Fajar A. Isnugroho, juga menegaskan bahwa beroperasinya Unit Tambak Osowilangon saat ini masih berada pada tahap awal pemanfaatan fasilitas, bukan operasional penuh.

Menurutnya, masa awal operasional ini dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh sarana dan prasarana yang tersedia.

“Mulai dari kandang penampungan, area pemotongan, IPAL, pencacahan, hingga sistem penyaluran, semuanya kami evaluasi agar ke depan operasional bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Fajar menambahkan, seluruh sistem dan perangkat di RPH Tambak Osowilangon dirancang serupa dengan RPH Pegirian. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses adaptasi para mitra jagal.

“Kami desain serupa dengan RPH Pegirian agar proses adaptasi bagi para mitra jagal dapat berjalan lebih optimal dan efisien,” jelasnya.

Selama masa transisi ini, RPH Surabaya masih memberikan kesempatan bagi para jagal di RPH Pegirian untuk tetap beraktivitas di lokasi lama. Setelah Idulfitri, seluruh aktivitas pemotongan akan dipusatkan di Tambak Osowilangon. 

Dengan adanya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan ini, RPH Surabaya optimistis Unit Tambak Osowilangon dapat menjadi pusat pemotongan hewan yang modern, higienis, dan berstandar tinggi guna mendukung ketahanan pangan Kota Surabaya. (ant)