
Keterangan Gambar : Ilustrasi daging beku. Arsip RPH Surabaya/Adek
Surabaya (rphsurabaya.co.id) - Masyarakat kerap bertanya, apakah daging beku masih memiliki kualitas dan kandungan nutrisi yang baik dibandingkan daging segar? Menjawab hal tersebut, Koordinator Penelitian dan Pengembangan RPH Surabaya, drh. Bagus Aditya, M.Si, menegaskan bahwa daging beku tetap aman dan bernutrisi selama ditangani dengan benar.
“Daging segar memang bisa langsung dimasak atau disajikan. Jika mau disimpan dulu, di suhu dingin sekitar 4°C, daya tahannya maksimal hanya 1–2 hari. Sementara pada suhu stabil -18°C daging beku dapat disimpan hingga 1 tahun,” jelas drh. Bagus.
Menurutnya, proses pembekuan pada daging bertujuan untuk memperpanjang masa simpan tanpa menghilangkan kandungan gizi utamanya. Daging beku tetap mengandung protein dan lemak dalam jumlah yang relatif sama dengan daging segar. Hanya saja, untuk beberapa jenis vitamin seperti vitamin B, dapat mengalami sedikit penurunan jika penyimpanan berlangsung lebih dari sembilan bulan.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas daging beku sangat dipengaruhi oleh cara penyimpanan sejak awal. "Daging segar sebaiknya langsung dimasukkan ke dalam freezer tanpa dicuci terlebih dahulu. Air yang menempel pada permukaan daging dapat membentuk kristal es berlebih yang berpotensi merusak tekstur," terangnya.
Selain itu, daging dianjurkan dipotong sesuai kebutuhan sebelum dibekukan agar memudahkan saat akan digunakan tanpa harus mencairkan seluruh bagian. “Kalau sudah dicairkan, sebaiknya tidak dibekukan kembali karena bisa menurunkan kualitas teksturnya,” tegas dr. Bagus.
Terkait durasi penyimpanan, drh. Bagus menyebutkan bahwa secara ideal daging sapi dapat disimpan hingga 12 bulan. Meskipun masih memungkinkan disimpan lebih lama, kualitas serat daging dan kandungan vitamin, khususnya vitamin B, akan semakin menurun seiring waktu.
Adapun untuk proses pengolahan, daging beku juga memerlukan perlakuan khusus, terutama pada tahap pencairan atau thawing. “Paling aman itu dipindahkan dulu dari freezer ke chiller supaya mencair perlahan. Bisa juga menggunakan air mengalir, tapi daging tetap dalam kondisi terbungkus,” ujarnya. Ia mengingatkan agar tidak merendam daging secara langsung dalam air terbuka, apalagi dalam waktu lama. Selain meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri, perubahan suhu yang drastis juga dapat menyebabkan penurunan kualitas protein dan lemak pada daging.
Dengan penanganan yang tepat, daging beku tidak hanya praktis untuk disimpan dalam jangka panjang, tetapi juga tetap aman dan bernutrisi untuk dikonsumsi masyarakat.(ant)
Tulis Komentar